Rabu, 30 Mei 2018

Komitmen Perlindungan Alam Perusahaan Sukanto Tanoto Dicerminkan Dari Dashboardnya


Ada banyak perusahaan besar yang berada dibawah naungan Royal Golden Eagle atau RGE. Namun tak perlu khawatir karena RGE senantiasa mengedepankan lingkungan dalam setiap operasionalnya. Hal ini dibuktikan dengan dashboard berkelanjutan dari perusahaan yang berada dibawah naungan RGE.


Sejatinya RGE menaungi beberapa perusahaan seperti halnya Asian Agri, PT RAAP, Apical Group Ltd, APRIL, dan pastinya Pacific Oil and Gas. Namun tenang saja karena perusahaan berbasis lingkungan ini kesemuanya mengedepankan soal lingkungan dalam operasionalnya. Lantas apa buktinya tentang komitmen perlindungan alam perusahaan Sukanto Tanoto yang tercermin dalam setiap dashboardnya? Berikut informasi selengkapnya yang Anda harus tahu!

Dashboard Berkelanjutan Tentang Komitmen Perlindungan Alam Perusahaan Sukanto Tanoto

Ada banyak perusahaan dari Sukanto Tanoto mulai dari Asian Agri sampai dengan Apical Group Ltd seperti yang telah kita utarakan sebelumnya.  Melalui Apical Group Ltd yang merupakan salah satu perusahaan bagi RGE Group yang pendirinya adalah Sukanto Tanoto memberikan bukti tentang komitmennya. Hal ini dibuktikan dengan partisipasi penandatanganan Indonesia Palm Oil Pledge di bulan September beberapa waktu yang lalu. Hal ini juga menjadi sebuah wujud dari misi perusahaan demi menciptakan industri kelapa sawit yang berkelanjutan dengan cara memberikan perlindungan ekosistem dan menciptakan pemberdayaan bagi masyarakat di sekitar.

Penandatanganan yang dilakukan tersebut merupakan suatu langkah bersama dengan dua perusahaan lain yang juga bergerak di bidang industri kelapa sawit seperti yang telah diungkapkan oleh pimpinan Asian Agri dalam hal ini Joseph Oetomo. Kerjasama yang seperti ini juga penting sebagai suatu upaya untuk memelihara lingkungan hidup serta meningkatkan potensi kesejahteraan di tengah masyarakat sekitar. Karena itu perusahaan juga telah menyiapkan beberapa program CSR untuk dapat membantu dalam upaya peningkatan produktivitas petani mandiri dan membantu pemerintah dalam kaitannya dengan program pengentasan kemiskinan.

Perusahaan yang berada dibawah RGE Group ini memberikan wujud komitmen dari usaha yang dibangun dengan cara telah memberikan pengumuman mengenai tekadnya untuk tak lagi menerima berbagai produk olahan dari sumber yang ilegal. Mengapa? Hal ini dilakukan bukan tanpa maksud dan tujuan. Tujuannya adalah demi meminimalisir resiko terjadinya perambahan hutan termasuk juga hutan lindung oleh masyarakat yang pada akhirnya akan berpotensi merusak keseimbangan ekosistem alam. Karena itu para petani yang ingin bekerjasama dengan perusahaan Sukanto Tanoto wajib hukumnya menyertakan dokumen legalisasi bersama tandan buah segar yang dikirimkan ke Asian Agri.

Sejalan seiring dengan kebijakan tersebut, perusahaan juga akan memutus kerjasama dengan para pemasok yang ilegal. Hal ini merupakan suatu upaya perbaikan dimana pemasok yang ada akan diberikan kesempatan yang lebar dalam melakukan suatu upaya perbaikan sistem operasi. Serta mereka berpotensi untuk mendapatkan legalitas atas operasinya. Jika memang pada akhirnya tidak berhasil, maka perusahaan akan menghentikan kemitraan secara permanen yang hal ini sudah diberlakukan sejak beberapa masa yang lalu.

Perusahaan dibawah naungan RGE sebenarnya telah melakukan upaya sosialisasi atas pentingnya legalitas lahan kebun atau tandan buah segar pada para petani mandiri sejak tahun 2011 silam. Tentunya yang semacam ini sejalan dengan pernyataan yang disampaikan Sukanto Tanoto bahwa pendiri RGE Group dan pemilik Tanoto Foundation ini selalu ikut untuk melakukan partisipasi dalam berbagai kegiatan CSR perusahaan dibawah naungannya. Sukanto juga memberikan bukti bahwa perusahaannya telah mendapatkan berbagai uji kelayakan dan sertifikasi seperti halnya ISO 14001, ISO 9001, Roundtable on Sustainable Palm Oil dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar